Showing posts with label Bangsal. Show all posts
Showing posts with label Bangsal. Show all posts

Tuesday, April 30, 2013

PESONA GILI TRAWANGAN - CHAPTER I



Hahahay…setelah 2 tahun lebih menunggu (sejak terakhir mengunjungi Lombok tahun 2010), akirnya kesampaian juga diriku menginjakkan kaki di pulau tercantik se-Nusa Tenggara Barat - GILI TRAWANGAN.  Pulau yang  dikelilingi oleh pasir putih dan biru laut yang mempesona, surga para “divers, surfers, snorkelers, sun-bathers” #hallah atau surga para pelancong –pelancong yang tak punya tujuan khusus seperti saya dan pasangan saya, kami hanya ingin melampiaskan rasa penasaran akan pulau yang selalu menjadi perbincangan khalayak. Dan kami harus akui, pulau ini memang sangat luar biasa cantiknya.
Trio Gili (Gili Air, Gili Meno & Gili Trawangan)

Rencana untuk plesiran ke Gili Trawangan telah kami susun sekitar pertengahan bulan Maret kemarin. Misi yang diusung dalam perjalanan kali ini tak lain dan tak bukan adalah : “a trip for refreshing”. Me- refresh otak dan pikiran dari rutinitas dan pekerjaan yang terasa semakin monoton saja setiap harinya. Setelah membulatkan tekad, eksekusi pun dimulai.

Langkah  pertama: menentukan waktu dan lama liburan. Setelah dipertimbangkan mateng semateng-matengnya, maka dipilihlah hari Jumat (26/04),Sabtu (27/04),Minggu (28/04) sebagai waktu liburan yang tepat. Weekend adalah waktu yang tepat untuk menyiasati jumlah cuti yang tak seberapa dan memanfaatkan libur kerja hari Minggu, yang berarti saya hanya menggunakan 2 dari 3 hari cuti yang saya miliki haha (sedikit bukan?). Yah, 3 hari 2 malam dirasa sudah sangat cukup dan harus benar-benar dimaksimalkan,berhubung dana terbatas. 

Langkah kedua: memperkirakan/mengkalkulasi budget yang akan dihabiskan untuk akomodasi,transportasi dan kebutuhan pangan selama perjalanan 3 hari/2 malam ini. Karena kami berpegang teguh pada misi mulia kami diatas (refreshing), maka tentu saja kami sangat menginginkan perjalanan yang senyaman mungkin. Dalam persepsi kami berdua : “kenyaman” sebuah perjalanan diukur dari tingkat kenyamanan akomodasi yang digunakan, transportasi,atraksi dll adalah faktor pendukung selanjutnya (setuju??). Sedangkan kata “senyaman mungkin” kurang lebih dapat diterjemahkan menjadi “pemilihan akomodasi yang nyaman dengan harga yang pas atau kurang dari atau tidak melebihi (budget) ”, karena justru jika melebihi budget malah akan menimbulkan ke-tidak nyaman-an alias dongkol duit abiss haha. Pertanyaan sekarang, budgetnya berapa?? 

Langkah ketiga, memulai browsing akomodasi di internet. Sudah tak terhitung berapa kali per harinya –disela-sela pekerjaan - saya bolak balik “mengutak-atik” halaman booking(dot)com dan Agoda, kali aja ada hotel bintang tujuh di Gili Trawangan yang masang “very last minute promo” dengan harga kamar dibawah 400 ribu per malam termasuk kamar dengan sea view,private balcony,kolam renang pribadi wwkwkwkw #ngarep(dot)com + ngimpi(dot)com.
 
Ya, destinasi pertama yang direncanakan adalah Senggigi dan destinasi kedua adalah Gili Trawangan. Kami memang merencanakan untuk menginap semalam di Senggigi sebelum ke Gili Trawangan. Banyak referensi yang menyarankan untuk langsung ke Gili Trawangan dan tidak perlu menginap di Senggigi, tetapi tidak apalah kami juga tak ingin melewatkan suasana sore di pantai Senggigi dan melihat-lihat suasana kota Mataram di malam hari, walaupun di akhir cerita kami sedikit menyesal juga harus meninggalkan Gili Trawangan sebelum sempat merasakan nikmatnya snorkeling

Akhirnya, urusan akomodasi beres. Di Senggigi kami memilih SUNSET HOUSE Boutique & Restaurants dengan biaya 20 dollar net per orang per malam termasuk sarapan pagi dan di Gili Trawangan kami memilih FLUSH BUNGALOW yang juga sama 20 dollar per orang per malam yang lumayan FIXED dengan budget. Benar-benar berharap kami tidak salah memilih akomodasi.
STANDARD ROOM @ SUNSET HOUSE Boutique & Restaurants
Lokasi hotel di di Jalan Raya Senggigi, Batu Layar
kolam renang....
Seminggu sebelum perjalanan, form cuti resmi diserahkan,ditanda tangani oleh atasan dan di acc oleh personalia. BERESSS!

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Jumat, tanggal 26 April 2013 pukul 6 pagi, kami melaju menggunakan motor skuter metik scoopy menuju pelabuhan Padangbai untuk “mengejar” Ferry pertama ke pelabuhan Lembar,Lombok. Pukul 8 pagi, tiba di pelabuhan Padangbai dan langsung menuju loket dan membayar tiket untuk 1 motor 2 orang sebesar Rp 101,000,- sekali jalan. Benar saja, setelah membayar tiket, kami langsung dibawa menuju Ferry yang sebentar lagi akan brangkat. Ferry di Padangbai berangkat setiap 2 jam dengan tujuan pelabuhan Lembar,Lombok.

Kami menginjakkan kaki di pelabuhan Lembar tepat pukul 1300 yang berarti kami telah menghabiskan kurang lebih 5 jam diatas Ferry. Tanpa ba-bi-bu, kami tancap gas menuju Senggigi untuk check in dan mencari makan siang. Dari pelabuhan Lembar menuju Senggigi ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan. Ada insiden kecil yang sempat membuat kami sedikit ‘dongkol’ ketika selesai makan siang di Senggigi kami mendapati ban belakang motor gembos! What a day!. Beruntung tak jauh dari tempat makan siang kami ada bengkel, dan ujung-ujungnya kami harus membayar Rp 100,000 per orang gara-gara ban ini,padahal biaya ini sama sekali tidak ada dalam perhitungan unexpected expense - . Pelajaran kali ini : “selalu siapkan dana cadangan untuk hal-hal yang tak terduga selama perjalanan”
disaster...!!
Setelah check-in di Sunset House, kami segera membersihkan diri dan beristirahat sejenak sebelum jalan-jalan untuk melihat dan menikmati suasana malam di kota Mataram,termasuk nongkrong di “the one and only” –Mataram Mall. 

Sabtu, 27 April 2013 – setelah menikmati sarapan pagi, kami menyempatkan diri untuk berleha-leha sejenak sebelum melanjutkan perjalan ke Gili Trawangan. Berenang di kolam renang sambil menikmati suasana pagi di Sunset House dan pemandangan ke pantai Senggigi memang benar-benar sesuatu. Kebetulan penginapan kami mempunyai kolam renang dengan pemandangan laut. What a holiday!


pool deck
berenang ria...
Pukul 11.30 kami check out dari Sunset House dan segera menuju dermaga penyebrangan ke Gili Trawangan di Bangsal, kurang lebih 1 jam perjalana ke arah utara Senggigi. Pukul 1300 kami tiba di Bangsal. Jika menggunakan motor atau mobil, tidak usah khawatir ada banyak jasa parkir motor/mobil di pelabuhan Bangsal, anda hanya perlu membayar Rp 5,000 per hari untuk memarkir motor anda sebelum berangkat ke Gili Trawangan. Setelah membayar Rp 12,500 per orang untuk tiket kapal motor ke Gili Trawangan, kami harus menunggu sampai penumpang mencukupi 25 orang agar kapal bisa berangkat. Ya, disini kapal tidak bisa seenaknya berangkat. Meski begitu, pelabuhan tidak pernah sepi,kapal tiba dan berangkat sambung menyambung, jadi jangan takut sebab kasus ketinggalan kapal adalah kasus yang sangat langkah.

Pukul 1330, setelah penumpang cukup, kami segera menaiki kapal dan bertolak ke Gili Trawangan. Cuaca cerah, laut tenang. Lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Gili Trawangan adalah sekitar 30-40 menit.

Kapal motor ke Gili Terawangan (kapsitas 20-25 penumpang)
 
Setelah membeli tiket,penumpang berkumpul menunggu keberangkatan kapal

berangkattt!!!!!!

Artikel terkait :



Friday, April 30, 2010

"BEKPEKING" KE LOMBOK (BAG 3) - SENGGIGI - BANGSAL - MATARAM- BALI



Maret 16,2010 SENGGIGI - BANGSAL - PUSUK - MATARAM

Suasana New Moon Hotel yang sejuk dengan halaman dipenuhi bunga dan rumput hijau sedikit berkontribusi mengobati rasa  lelah kami hari ini , walaupun kondisi kamar beserta amnitiesnya  sangat-sangat “average” dan tipikal hotel budget banget. Hotel ini berlokasi tepat dipinggir jalan raya Senggigi  yang sekaligus  adalah jalur utama untuk menuju Lombok Utara. 

Pagi ini , kami terbangun pukul 8 dan segera bersiap  untuk  perjalanan selanjutnya. Walaupun sebenarnya kami masih belum tahu kami akan kemana  #gubrakk. Sambil memikirkan destinasi selanjutnya, kami memilih bersantai sejenak di balcony untuk menikmati suasana pagi yang adem-adem empuk ditemani secangkir kopi, sedaaapp!. Diskusi kami menghasilakan  keputusan untuk menuju ke Lombok Utara hari ini. 
RUTE HARI INI
Setelah  menikmati roti panggang  plus  salad buah sebagai sarapan dan sekedar pengganjal perut, kami segera check out, lebih awal dari normal jam check out (1200)  dan tujuan kami yang pertama adalah ke Bangsal (Pemenang). Bangsal adalah pelabuhan penyebrangan ke trio pulau tercantik yang ada disini : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Kami ingin melihat kesana, dan jika memungkinkan akan melanjutkan perjalanan ke Gili Terawangan.

Pemandangan sepanjang  jalan  menuju Bangsal lumayan menghibur hati.I was continuously turning my head to the left where I could see the view of great blue ocean spreading widely from north to south. It was so freakin’ awesome. Perjalanan memakan waktu – menurut om gugel – hanya berkisar setengah jam , tapi buat kami kurang lebih satu setengah jam. Yah, mungkin karena kami terlalu asik berhenti sana- sini untuk potret memotret. Tapi itulah inti dari perjalanan dan gunanya punya kamera.
Pemandangan ke Gili

Kami tiba di Bangsal sekitar siang, dan langsung bergegas untuk melihat pelabuhan kecil ini. Hmm..so this is it.  Tampak beberapa kapal sedang menuggu penumpang ke Gili. Kapal yang digunakan sejenis kapal motor yang panjang dan  bermuatan kurang lebih 10 – 15 orang, dan dengan membayar hanya Rp 10,000 (one way) anda sudah bisa menikmati indahnya Gili Terawangan. Disini juga tersedia fasilitas parkir  kendaraan.  Jadi anda dapat menitipkan kendaraan anda disini (mobil/motor) dan berangkat ke Gili Terawangan selama satu atau dua malam. Selain ke Gili Terawangan, pelabuhan ini juga menyediakan jasa  penyebrangan ke pulau-pulau terdekat seperti Gili Air, Gili Meno.  

Yang tadinya kami berencana untuk menyebrang ke Gili, tapi setelah menimbang-nimbang dan memperhitungkan sisa liburan kami, kami memutuskan untuk mengurungkan niat suci ini #hallah. Sisa waktu kami disini tinggal sehari yaitu hari ini dan kami harus sudah berada di Bali untuk melanjutkan rutinitas (bekerja) pada Rabu . Sedih memang  tapi yah could not do anything! We could not force to go! Jadi inti perjalanan, kami ke Bangsal hari ini  adalah untuk “menonton” sambil  #MUPENG , orang-orang naik kapal dan menuju Gili untuk bersenang-senang. Hadehhh!

Setelah beristirahat , kami bergegas meninggalkan Bangsal dan menuju Mataram melalui jalan raya Pusuk where we passed monkeys on the way. Jarak tempuh sekitar  satu jam. For this last night kami akan mencari penginapan disana saja agar lebih dekat ke pelabuhan Lembar. 
RUTE BALIK

Kami tiba kembali di kota Mataram pada sore hari dan langsung hunting hotel. Kami menjatuhkan pilihan ke Hotel Mataram yang berlokasi di jantung kota Mataram sendiri.Selain karena harganya murah,suasana dan kondisi kamar juga lumayan bagus.  Harga per malam Rp. 250,000 termasuk sarapan. Berhubung kami sudah sangat kelelahan , tidak ada lagi program setelah ini selain tidur dan menunggu gelap untuk mencari makan.  Another wasteful day, but still no reason to regret. 

Balcony

Hotel Mataram "kinclong"

Maret 17, 2010 PELABUHAN LEMBAR - PADANG BAI

Kami bangun lebih pagi dan menyiapkan diri untuk segera check out dari Hotel Mataram untuk berburu Ferry ke pelabuhan Lembar. Lebih cepat berangkat, lebih cepat sampai di Bali.  Yes, today is the last day and this trip is soon over.  Setelah sarapan, kami check out dan menuju ke pelabuhan Lembar. Sejujurnya, saya sebenarnya masih ingin bersantai dan  berleha-leha sejenak  karena “lelah”dari perjalan kemarin masih tersisa sedikit di persendian. Tapi apa daya si kawan memutuskan untuk berangkat segera, dan saya pun harus ikut.
OCEAN AND MOUNTAIN

CAN YOU IMAGINE IF ONE DAY A BIG CRUISE SHIP DOCKED HERE :)

LEMBAR HARBOUR

A LIFE IN THE OCEAN

Sekitar pukul setengah sembilan kami go-show di  pelabuhan dan segera mencari tiket ke Padang Bai. Akhirnya setelah didapatkan, kami tidak harus menunggu lama sampai akhirnya para penumpang mulai satu persatu memasuki  Ferry bersama kendaraan masing-masing. Setelah memarkir motor di tempat yang ditunjukkan, saya dan Herman segera menuju dek untuk bersantai. Perjalanan ini memang benar-benar menguras tenaga. Tapi saya bersyukur karena selama berada di Lombok , kami tidak pernah merasakan hujan sedikitpun. Tak dapat dibayangkan jika seandainya selama tiga hari hujan mengguyur, perjalanan akan benar-benar terhambat dan sangat-sangat lebih  tidak asik. 

Di perjalanan pulang, hati saya terhibur menyaksikan parade segerombolan lumba-lumba menari, meloncat dan ber atraksi bak di sirkus…….so cute!

DOLPHINS AND OCEAN

Jadi seperti yang saya sebutkan di awal bahwa cerita  perjalan saya dan teman saya ke Lombok ini bukanlah membahas tentang indahnya pantai dan putihnya pasir Gili Terawangan, atau pengibaran bendera di puncak Rinjani atau menikmati spa di hotel bintang di Lombok dsb. Ini lebih kepada cerita bagaimana kami "menikmati" Lombok dengan cara kami sendiri  dan dengan sukses melewatkan perkunjungan ke tempat-tempat yang sebenarnya lebih penting daripada sekedar  “menteposkan” pantat di motor dan spent quite a lot money  for accommodation.  

Dan inti ter-inti daripada cerita ini adalah : PLAN AND RESEARCH ARE THE MOST IMPORTANT THINGS TO DO BEFORE TRAVELLING – “Perencanaan (yang matang) dan riset (tentang tujuan) adalah hal terpenting yang harus dilakukan sebelum melakukan sebuah perjalanan”.

Kami menginjakkan kaki di pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 1300..

This is my first time visiting Lombok and I don’t know when I will be returning. I truly wish to climb the peak of Rinjani or bathing in Gili..





ONE DAY TRIP - NUSA PENIDA

Saturday, 17th Jun 2017 Setelah sekian lama 'blog' ini mati suri akhirnya 'mood'datang juga untuk melanjutkan cora...